Sebuah wedding tidak hanya berjalan berdasarkan rundown.
Ada suasana, karakter keluarga, momen penting, serta detail kecil yang perlu dipahami sebelum acara dimulai.
Karena itu, komunikasi antara pasangan dan Wedding MC sebaiknya dilakukan jauh sebelum hari acara.
1. Konsep Wedding
Sampaikan seperti apa suasana yang ingin dibangun.
Apakah acara ingin terasa formal, intimate, elegant, santai, atau memiliki kombinasi dari beberapa karakter tersebut.
Pemahaman ini membantu MC menentukan gaya pembawaan yang sesuai.
2. Rundown Acara
MC perlu memahami keseluruhan alur acara, bukan hanya bagian saat dirinya berbicara.
Rundown membantu MC mengetahui kapan harus membuka acara, melakukan bridging, memperkenalkan sesi berikutnya, hingga mengantisipasi perubahan.
3. Momen Penting
Setiap pasangan memiliki bagian acara yang dianggap spesial.
Misalnya entrance, first dance, sungkeman, family moment, atau sesi tertentu yang ingin dibangun dengan suasana berbeda.
Informasikan hal tersebut kepada MC sejak awal.
4. Karakter Tamu
Karakter tamu juga memengaruhi cara sebuah acara dibawakan.
Wedding dengan mayoritas keluarga tentu dapat memiliki pendekatan berbeda dengan wedding yang didominasi teman sebaya.
5. Kemungkinan Perubahan
Tidak semua wedding berjalan persis seperti rundown.
Karena itu, diskusikan kemungkinan perubahan dan siapa yang akan menjadi PIC ketika keputusan perlu diambil saat acara berlangsung.
Persiapan yang baik membuat MC tidak hanya mengetahui apa yang harus dikatakan, tetapi juga memahami bagaimana sebuah momen seharusnya terasa.
